0/nol kilometer Persinggahan ke dezit

Nol Kilometer dan Monumen Pompa
Taman 0 Kilometer dan Monumen Pompa

Kita mungkin akan bertanya apakah dan dimanakah
Dezit ?

Berikut sekilas tentang dezit
Dezit berasal dari Bahasa Jawa "ndeso" dipakai sebagai ungkapan pada sesuatu yang identik dengan daerah pelosok terpencil yang susah dijangkau dan jauh dari keramaian.

Taman nol kilometer an monumen pompa
Selamat datang
Itulah Cepu dahulu,
sekarang sarana dan prasarana daerah sudah banyak yang dibenahi. Jalan-jalan utama sudah teraspal rapi, taman-taman lama diperbaiki, taman baru mulai dibangun.

Wow perubahan yang luar biasa. Kecil sih kecik kotanya, tetapi sejak dulu Cepu terkenal dengan "Kota Minyak" karena terdapat tambangan minyak bumi peninggalan Belanda, misalnya: daerah Ledok, dan Wonocolo yang terkenal dengan "Texasnya" Cepu.

Sebagai kota minyak, maka tak heran, sarana dan prasarana dibangun untuk mempermudah aktifitas kota minyak ini. Bahkan kantor Pengolahan Minyak Bumi PERTAMINA dan Migas berdiri di kota kecil ini. Sekolah tentang perminyakan juga tersedia disini, disebut STEM(Sekolah Tinggi Energi Mineral).
Banyak pendatang dari luar kota dan bahkan ada dari luar pulau Jawa hanya untuk menimba ilmu di sekolah ini. Sesekali waktu kota kecil ini tak mau kalah dengan ibukota Jakarta yang akrab dengan kemacetannya.

Perkembangan industri penginapan dan perhotelan juga semakin pesat. Ada beberapa hotel besar seperti Ammi, Mega Bintang, Cepu Indah, Top Star, Grand Mega.

Taman Patih Mentaun Kalis
Patih Mentaun
Di tahun 2017, pembangunan dan renovasi taman diutamakan.
Beberapa taman sudah bisa dinikmati keindahannya, ada taman Patih Mentaun, patung Jati Kusumo, dan Taman Monumen Pompa Minyak  "Nol Kilometer".

Disini menjadi tempat paling menarik untuk singgah bersantai bersama keluarga dan teman. Bangku-bangku duduk telah dipersiapkan.
Bagi yang suka pijat reflexi, ada jalur khusus untuk terapi pijat, saya pun mencobanya...mmm nikmat.
Bangku, pijat dan Elang
Bangku, pijat dan Elang
Ada pula sangkar burung besar dengan 3 burung elang ada di dalamnya yang siap menyambut kedatangan anda.

Satu yang tak mungkin dilupakan adalah sebuah mesin pompa minyak "Pompa Angguk" sebagai tanda/monumen bahwa disinilah awal penambangan minyak di Jawa Tengah.
Monumen pompa
Pompa angguk
Yang paling penting adalah singgah ke Nol Kilometer adalah gratis, bebas parkir dan aman. Waktu yang paling tepat singgah adalah jam 5 sore. Semakin malam keindahan lokasi ini semakin terasa dengan cahaya lampu taman dan semilir angin segar menyejukan hati. Anda tidak perlu kuatir apabila tidak membawa bekal ada toserba yang siap menyediakan kebutuhan anda dengan harga lebih murah.
Atau sebaiknya apabila anda mau singgah ke Nol Kilometer, yuk berwisata kuliner dahulu,

Ada Soto Kare Mbah Joyo dan Nasi Pecel Mbah Belut berlokasi di Pasar Buah Cepu.

Sego Rames Mbah Wing, berlokasi di depan STEM Kapur Tulis(kalis).

Swike Pak Slamet dan Sate Ayam Blora, lokasi dekat dengan hotel cepu indah.

Kuliner-kuliner baru terpusat di Tuk Buntung yang tak jauh dari Nol Kilometer kira-kira 5 menit perjalanan.

Ada menu Sambelan, Soto Gerabah, Soto Mbah Jamin, Soto Lamongan Bondet, Bakso dan Ayam Lunak Pak Kumis.
Terima kasih dan sampai jumpa
Terima kasih
Nah setelah anda berkuliner dan membawa bekalnya, langsung aja ke lokasi wisata Nol Kilometer sambil menikmati kembali bekal yang telah dibeli. Pasti puas dapat kuliner dan wisata kota Cepu di Nol Kilometer sambil berfoto selfie bersama.


Komentar